Jumat, 05 Desember 2014

Ops Antik Rencong

Wilayah Sumatera diketahui merupakan salah satu lokasi primadona bagi para pengusaha perkebunan, baik itu sawit, karet maupun kopi. Hal tersebut bukan terjadi saat sekarang saja, melainkan sejak jaman pendudukan belanda, dan semakin berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang saat itu begitu antusias dengan kebijakan di bidang pertanian perkebunan, hingga Indonesia pada masa pemerintahan beliau berhasil melakukan swasembada pangan (lho! Apa hubugannya??)

Tapi kita tidak membahas masalah itu, biar kementerian pertanian menjelaskannya lebih detail, sebab kita lebih memilih membicarakan "pertanian" lain yang kitapun masih bertanya- tanya, program siapakah gerangan? Karena jika semua negara mengambil kebijakan seperti Belanda, mungkin "hasil pertanian" jni akan menjadi komoditas utama Aceh dan penggagasnya akan mendapat penghargaan berupa Kalpataru! hehehe .. 

Yup, semua tahu apa itu .. ya, GANJA! tanaman favoritnya Bob Marley. Ganja memang merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur di hampir seluruh wilayah Aceh, tapi untuk tahu apakah ini tanaman asli Aceh atau bukan, silahkan cari sendiri di Wikipedia atau tanya mbah dukun! Yang pasti jika Koes Plus bilang tanah kita tanah surga sehingga tongkat kayu dan batu jadi tanaman, mungkin saat dilempar ke Aceh jadinya tanaman ganja!

Dari cara kita bercerita, jelas terdapat hubungan erat antara tanaman ganja dengan anggota Kompi Ujoeng Batee, sebab selama beberapa tahun terakhir kita sering bertemu, tapi jangan buruk sangka dulu, sebab tidak ada cinta diantara kita. Bahkan bisa dibilang hubungan kami adalah benci tanpa rindu  .. jiah! Macam betull aja!! Wkwkwk.

Ya, kecuali tahun 2014, kompi Ujoeng Batee selalu terlibat dalam Operasi Antik Rencong dibawah kendali Direktorat Narkoba, yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun. Selama pelaksanaan operasi setidaknya dua sampai tiga minggu, lebih dari 1 (satu) peleton kekyatan Kompi Ujoeng Batee berada di hutan untuk mencari dan memusnahkan ladang ganja yang tumbuh maupun sengaja ditanam oleh "petani" yang ngga mau susah dan tidak bertanggung jawab, karena apa yang ditanamnya akan merusak badan dan mental orang-orang, yang bisa jadi mereka adalah teman, tetangga bahkan keluarganya sendiri.


Seluruh anggota Kompi Brimob punya komitmen dan tanggung jawab besar dalam melaksanakan tugas tersebut, karena bahaya narkoba lebih rawan terjadi terhadap para remaja dan pemuda, generasi yang seharusnya menjadi harapan kita untuk membawa Bangsa Indonesia menuju kejayaan. Tapi bagaimana mungkin mereka membawa Bangsa kita menuju kejayaan jika sudah terjangkiti penyakit narkoba, jangankan memikirkan Bangsa, berbuat baik kepada diri sendiripun mustahil saat orang sudan terjerat narkoba. Maka, ayo katakan TIDAK! pada narkoba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar