Bagi yang belum tahu, pasti tergelitik membaca judulnya, karena yang biasa mereka dengar adalah "Pedang Pora", sebuah upacara tradisi yang hanya diperuntukkan bagi Perwira. Namun di Jajaran Satbrimobda Aceh, Pedang Pora diadopsi dan dimodifikasi menjadi Teratai Pora, sebuah upacara tradisi yang diperuntukkan bagi anggota Satbrimobda Aceh untuk menggenapi kebahagiaan sebagai "Raja Sehari" dalam melepas masa lajangnya.
Upacara tradisi ini tidak dimaksudkan karena iri dengan para Perwira, tapi lebih sebagai sarana dalam meningkatkan jiwa korsa dan mengembangkan kebanggaan sebagai anggota Brimob, selain hal tersebut, kegiatan ini juga berperan dalam mengenalkan Brimob kepada masyarakat serta sebagai sarana promosi, karena dari beberapa informasi diperoleh (boleh percaya boleh tidak), banyak orang tua tertarik mengambil menantu anggota Brimob setelah melihat upacara tradisi Teratai Pora ..
Kemewahan suatu pernikahan bagi sebagian orang dapat berarti gedung pernikahan yang megah, makanan lezat berlimpah serta segala hal memanjakan yang lain, tapi bagi sebagian lain kemewahan dapat terwujud dari hal kecil sederhana, dan Teratai Pora adalah salah satunya. Bagi anggota Brimob kebahagiaan adalah saat rekan-rekannya datang, mengucapkan selamat dan menyaksikan setiap peristiwa penting yang dialaminya, maka Teratai Pora yang dilaksanakan pada pernikahan anggota menjadi sarana untuk mewujudkan harapan tersebut.
Menyadari hal ini, maka Kompi Brimob Ujoeng Batee tidak bersikap egois dengan memberikan bantuan terhadap anggota Brimob manapun yang ingin menikah dan melaksanakan upacara tradisi Teratai Pora di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya, sebab jiwa korsa yang dikembangkan Brimob tidak bersifat sempit. Bahkan mungkin jika ada anggota TNI, Polri sampai Satpol PP dan WH yang meminta, selama diijinkan pimpinan, maka akan kita layani .. hehe.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar