Jumat, 19 Desember 2014

Kompi Infanteri Ujoeng Batee


Membicarakan Kompi Ujoeng Batee dan Jalan jauh, seperti halnya membahas hubungan antara kambing dengan rumput, artinya memang jalan jauh adalah makanan sehari-hari bagi anggota Ujoeng Batee. Maka tak salah jika dalam setiap kegiatan lomba jalan, Satbrimobda Aceh tidak harus mengambil yang terbaik dari tiap-tiap Kompi, tinggal tunjuk Kompi 1-A, Insya Allah beres.

Hal tersebut bukanlah sekedar isapan jempol, karena dalam dua perlombaan jalan di tahun ini, Kompi Ujoeng Batee selalu mendapat juara. Terbaru adalah Juara I Pleton Pendamping pada Lomba Pleton Beranting dalam rangka hari Yudha Wastu Pramuka (Infanteri) pada tanggal 18 Desember 2014.

Pada kegiatan sebelumnya, yaitu jalan 45 K dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-69 yang diselenggarakan Pemda Aceh dan diikuti oleh berbagai satuan TNI maupun Polri, Kompi Ujoeng Batee mendapatkan Juara II. Melihat urutan juara, yang "hanya" juara II, memang sedikit kecewa, tapi bila ada yang pernah ikut lomba gabungan seperti ini, dengan sistem penilaian yang subjektif, mungkin sudah maklum dan tetap bangga, sehingga tidak perlu kita sampaikan banyak hal yang terkesan bagai sebuah alasan pembenar.

Dalam setiap perlombaan, bukan hanya nomor urut juara yang utama tapi ada yang menurut kami lebih penting dari sekedar nomor urut, yaitu PENGAKUAN! Benar, terlebih jika itu kita terima dari pesaing lomba, dan itu selalu kita dapatkan. Maka bagi kami pengakuan itulah kemenangan sesungguhnya, karena setiap hal yang kami dapat kerjakan dengan baik, merupakan buah dari kerja keras dan latihan.

Demikian halnya dengan jalan kaki, kondisi geografis Kompi 1-A yang berbukit justeru menjadi tempat yang tepat buat kami melatih kekuatan kaki, dan Alhamdulillah itu terbukti, maka tidak berlebihan jika dalam hal jalan kaki, Ujoeng Batee boleh disebut sebagai Kompi Infanteri! "Setinggi-tinggi gunung, masih dibawah telapak kaki kita!"


Jumat, 05 Desember 2014

Ops Antik Rencong

Wilayah Sumatera diketahui merupakan salah satu lokasi primadona bagi para pengusaha perkebunan, baik itu sawit, karet maupun kopi. Hal tersebut bukan terjadi saat sekarang saja, melainkan sejak jaman pendudukan belanda, dan semakin berlanjut pada masa pemerintahan Presiden Soeharto yang saat itu begitu antusias dengan kebijakan di bidang pertanian perkebunan, hingga Indonesia pada masa pemerintahan beliau berhasil melakukan swasembada pangan (lho! Apa hubugannya??)

Tapi kita tidak membahas masalah itu, biar kementerian pertanian menjelaskannya lebih detail, sebab kita lebih memilih membicarakan "pertanian" lain yang kitapun masih bertanya- tanya, program siapakah gerangan? Karena jika semua negara mengambil kebijakan seperti Belanda, mungkin "hasil pertanian" jni akan menjadi komoditas utama Aceh dan penggagasnya akan mendapat penghargaan berupa Kalpataru! hehehe .. 

Yup, semua tahu apa itu .. ya, GANJA! tanaman favoritnya Bob Marley. Ganja memang merupakan tanaman yang dapat tumbuh subur di hampir seluruh wilayah Aceh, tapi untuk tahu apakah ini tanaman asli Aceh atau bukan, silahkan cari sendiri di Wikipedia atau tanya mbah dukun! Yang pasti jika Koes Plus bilang tanah kita tanah surga sehingga tongkat kayu dan batu jadi tanaman, mungkin saat dilempar ke Aceh jadinya tanaman ganja!

Dari cara kita bercerita, jelas terdapat hubungan erat antara tanaman ganja dengan anggota Kompi Ujoeng Batee, sebab selama beberapa tahun terakhir kita sering bertemu, tapi jangan buruk sangka dulu, sebab tidak ada cinta diantara kita. Bahkan bisa dibilang hubungan kami adalah benci tanpa rindu  .. jiah! Macam betull aja!! Wkwkwk.

Ya, kecuali tahun 2014, kompi Ujoeng Batee selalu terlibat dalam Operasi Antik Rencong dibawah kendali Direktorat Narkoba, yang dilaksanakan dua kali dalam satu tahun. Selama pelaksanaan operasi setidaknya dua sampai tiga minggu, lebih dari 1 (satu) peleton kekyatan Kompi Ujoeng Batee berada di hutan untuk mencari dan memusnahkan ladang ganja yang tumbuh maupun sengaja ditanam oleh "petani" yang ngga mau susah dan tidak bertanggung jawab, karena apa yang ditanamnya akan merusak badan dan mental orang-orang, yang bisa jadi mereka adalah teman, tetangga bahkan keluarganya sendiri.


Seluruh anggota Kompi Brimob punya komitmen dan tanggung jawab besar dalam melaksanakan tugas tersebut, karena bahaya narkoba lebih rawan terjadi terhadap para remaja dan pemuda, generasi yang seharusnya menjadi harapan kita untuk membawa Bangsa Indonesia menuju kejayaan. Tapi bagaimana mungkin mereka membawa Bangsa kita menuju kejayaan jika sudah terjangkiti penyakit narkoba, jangankan memikirkan Bangsa, berbuat baik kepada diri sendiripun mustahil saat orang sudan terjerat narkoba. Maka, ayo katakan TIDAK! pada narkoba

Rabu, 03 Desember 2014

TERATAI PORA


Bagi yang belum tahu, pasti tergelitik membaca judulnya, karena yang biasa mereka dengar adalah "Pedang Pora", sebuah upacara tradisi yang hanya diperuntukkan bagi Perwira. Namun di Jajaran Satbrimobda Aceh, Pedang Pora diadopsi dan dimodifikasi menjadi Teratai Pora, sebuah upacara tradisi yang diperuntukkan bagi anggota Satbrimobda Aceh untuk menggenapi kebahagiaan sebagai "Raja Sehari" dalam melepas masa lajangnya.

Upacara tradisi ini tidak dimaksudkan karena iri dengan para Perwira, tapi lebih sebagai sarana dalam meningkatkan jiwa korsa dan mengembangkan kebanggaan sebagai anggota Brimob, selain hal tersebut, kegiatan ini juga berperan dalam mengenalkan Brimob kepada masyarakat serta sebagai sarana promosi, karena dari beberapa informasi diperoleh (boleh percaya boleh tidak), banyak orang tua tertarik mengambil menantu anggota Brimob setelah melihat upacara tradisi Teratai Pora ..

Kemewahan suatu pernikahan bagi sebagian orang dapat berarti gedung pernikahan yang megah, makanan lezat berlimpah serta segala hal memanjakan yang lain, tapi bagi sebagian lain kemewahan dapat terwujud dari hal kecil sederhana, dan Teratai Pora adalah salah satunya. Bagi anggota Brimob kebahagiaan adalah saat rekan-rekannya datang, mengucapkan selamat dan menyaksikan setiap peristiwa penting yang dialaminya, maka Teratai Pora yang dilaksanakan pada pernikahan anggota menjadi sarana untuk mewujudkan harapan tersebut.

Menyadari hal ini, maka Kompi Brimob Ujoeng Batee tidak bersikap egois dengan memberikan bantuan terhadap anggota Brimob manapun yang ingin menikah dan melaksanakan upacara tradisi Teratai Pora di wilayah Banda Aceh dan sekitarnya, sebab jiwa korsa yang dikembangkan Brimob tidak bersifat sempit. Bahkan mungkin jika ada anggota TNI, Polri sampai Satpol PP dan WH yang meminta, selama diijinkan pimpinan, maka akan kita layani .. hehe.




PHH Kompi 1-A Ujoeng Batee



What's a wonderful day! (sok inggris .. padahal ngga ngerti artinya)
Kali ini kita nulisnya ngga mau serius amat, macam ikut upacara parade!
Pengin sedikit gaul, tapi ngga perlu juga pake Lu Lu Gue Gue .. soalnya temen Gue! eh .. teman saya kena batunya, pas ngomong macam itu disahutin sebelahnya, "LU LU GUE GUE, emang babe LU anjing GUE!" kan parah tuh .. Gara-gara sok Jakarte malah jadi hampir berantem .. he .. he
makanya gaul, gaul aja Bro tapi jangan Gaul Banget! sampe2 Kebo-pun digauli!! Dasar ..

Ok! ngéméng éméng .. éh .. ngomong omong tentang PHH, sepertinya kesiapan Kompi Ujoeng Batee tak perlu diragukan lagi (sombong sedikit boleh dong!)
Soalnya jika bicara tentang peralatan yang dimiliki serta jumlah personel yang ada, sejujurnya kompi-kompi di jajaran Satbrimobda Aceh boleh ngiri (tapi Alhamdulillah tidak ada yang ngiri, bahkan nyukurin! wkwkwwk ..)
Bagaimana tidak? peralatan PHH yang kita miliki adalah peralatan terbaru dan ter-update (dijamin ngga ketinggalan sama Satbrimobda2 di Jawa). Sudah gitu, kebutuhan personil untuk mengawaki 1 (satu) kompi PHH juga tidak terkendala, jadi mau PHH kapan saja ya Ayo!

Sebagai warga Kompi 1-A, hal tersebut tentu sangat membanggakan, karena terlalu membanggakannya hingga anggota brimob lain di Aceh enggan mutasi ke kompi tercinta ini (tanya ke .. napa?! hehe)
Tapi swear! masalah PHH memang Kompi ini Jagonya .. coba sebut Danton Mukhlis di Brimob Aceh, pasti semua kenal, dialah Mbahnya PHH Brimob Aceh!

Pengin kenal profilnya? ntar dulu .. sabar! di tulisan berikutnya kita akan kupas tuntas (macam acara TV saja) profil para pendekar Ujoeng Batee ..
Sekarang tolong komentari dulu blog ini, komentari pula gaya bahasanya .. kira-kira bagus yang formal atau yang gaul? tq!








Selasa, 02 Desember 2014

BINROHTAL




Aceh memiliki sebutan Bumi Serambi Mekah, sehingga siapapun mendengar sebutan itu, seketika tersirat betapa kentalnya kesan Aceh dengan Islam, apalagi Propinsi Aceh menerapkan syariat Islam dalam pemerintahannya, maka jangan kaget jika kita mendengar ada hukuman cambuk disini, karena otonomi daerah memberikan keleluasaan pemerintah daerah dalam mengatur dan membuat kebijakan yang menurut mereka tepat bagi masyarakatnya.

Syariat Islam yang diberlakukan di Aceh berpengaruh pula terhadap pengelolaan semua Instansi yang ada di propinsi Aceh, meskipun sebenarnya Instansi tersebut tidak tunduk pada peraturan daerah seperti halnya TNI/Polri. Namun peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung perlu diterapkan, terlebih jika peraturan, kebijakan ataupun adat budaya yang ada merupakan hal yang baik. Maka Kompi Brimob Ujoeng Batee juga memasukkan kegiatan keagamaan dalam rengiat mingguannya.

Bagi anggota yang beragama Islam, dalam seminggu terdapat 2 kegiatan keagamaan, yaitu setiap senin pagi dan kamis malam. Kegiatan keagamaan pada senin pagi adalah baca yasin yang dilanjutkan ceramah agama, kegiatan ini dilaksanakan sambil menunggu kedatangan 1 (satu) peleton anggota Kompi 1-A yang melaksanakan apel di Polda. Pada kamis malam kegiatan keagamaan dibagi 2 (dua) tempat, anggota lajang di mushola Kompi, sedangkan anggota keluarga melaksanakan  baca yasin keliling di rumah anggota keluarga. Yasinan keliling dimaksudkan selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, juga mempererat tali silaturrahmi antar anggota.






GIAT BELADIRI


Beladiri merupakan salah satu kemampuan perorangan yang harus dimiliki oleh setiap anggota Brimob, namun tidak adanya ketentuan khusus tentang Beladiri apa yang diwajibkan membuat tidak seragamnya jenis beladiri yang dipelajari. Tetapi hal tersebut tidak menjadi kendala, sebab apapun jenis beladirinya, asal dipelajari dengan sungguh sungguh akan memperoleh hasil yang optimal.

Pada awal masuk menjadi anggota Polri, setiap anggota dibekali dengan Beladiri Polri, dimana mereka dilatihkan berbagai bentuk pukulan, tendangan, tangkisan, bantingan, kuncian, patahan dan cekikan yang tentunya dikembangkan sesuai dengan kebutuhan sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat sehingga ilmu beladiri yang dipelajari dimaksudkan sebagai pertahanan dan melumpuhkan pelaku kejahatan.

Dengan tantangan yang lebih berat dari tugas kepolisian umum, maka Brimob dibekali dengan beladiri tambahan yang bersifat lebih praktis, sehingga beberapa Satuan Brimob di Indonesia ada yang mengembangkan Beladiri Tarung Derajat (Boxer), Ju Jitsu, Merpati Putih bahkan Krav Maga. Demikian juga Kompi Brimob Ujong Batee, setiap Selasa pagi dan Jum'at sore selalu melaksanakan latihan Beladiri Polri dan Boxer



Senin, 01 Desember 2014

Sekilas Kompi Brimob Ujoeng Batee

         

Ujoeng batee, dalam terjemahan bahasa Indonesia berarti " ujung batu", memang sesuai namanya tempat ini dipenuhi perbukitan yang berbatu, namun kita jangan tertipu dengan nama, karena diantara daerah yang berbatu ini akan kita temukan deretan pantai yang indah, dan yang paling utama, kita dapat menemukan sebuah Kompi Brimob yang berdiri dengan megah dan indah, yaitu Kompi 1 Detasemen A Pelopor Satbrimobda Aceh, Kompi yang berdiri diatas lahan seluas kurang lebih 3 hektar dengan pemandangan laut yang indah serta dinding pembatas alami berupa bukit batu menambah kewibawaan ksatrian Brimob ini

Kompi Brimob Ujong Batee yang dikenal karena kebersihan markas dan kesiapan anggotanya dalam pelaksanaan tugas ini, dikomandani oleh seorang perwira berpangkat Iptu  (Danki) dan dibantu oleh 4 Perwira berpangkat Ipda (Wadanki, Pa Ops, Kanit 1 dan Kanit 2), 3 pejabat perwira berpangkat Bripka (Pa Min, Kanit 3 dan Kanit 4) serta beranggotakan 154 personil organik dan 49 Bintara remaja. Banyak kegiatan maupun perintah yang ditugaskan, dan Alhamdulillah semua kepercayaan yang diberikan berhasil dijawab dengan semaksimal mungkin, sehingga keberadaan Kompi Brimob Ujong Batee cukup diperhitungkan baik internal anggota Satbrimob maupun instansi yang lain.


Kompi 1-A merupakan Kompi Pelopor, dimana kemampuan utamanya adalah Gerilya Anti Gerilya dan PHH. Khusus mengenai PHH, sesuai letak Kompi yang berada di pinggir ibukota propinsi Banda Aceh, dimana merupakan pusat pemerintahan dan pendidikan, maka kegiatan back up kewilayahan dalam rangka PHH merupakan kegiatan operasional yang paling sering dilaksanakan. Sedangkan kemampuan GAG secara umum dalam 3 tahun terakhir belum ada kegiatan, meskipun untuk latihan secara berkelanjutan selalu dilaksanakan.