Selasa, 02 Desember 2014

BINROHTAL




Aceh memiliki sebutan Bumi Serambi Mekah, sehingga siapapun mendengar sebutan itu, seketika tersirat betapa kentalnya kesan Aceh dengan Islam, apalagi Propinsi Aceh menerapkan syariat Islam dalam pemerintahannya, maka jangan kaget jika kita mendengar ada hukuman cambuk disini, karena otonomi daerah memberikan keleluasaan pemerintah daerah dalam mengatur dan membuat kebijakan yang menurut mereka tepat bagi masyarakatnya.

Syariat Islam yang diberlakukan di Aceh berpengaruh pula terhadap pengelolaan semua Instansi yang ada di propinsi Aceh, meskipun sebenarnya Instansi tersebut tidak tunduk pada peraturan daerah seperti halnya TNI/Polri. Namun peribahasa dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung perlu diterapkan, terlebih jika peraturan, kebijakan ataupun adat budaya yang ada merupakan hal yang baik. Maka Kompi Brimob Ujoeng Batee juga memasukkan kegiatan keagamaan dalam rengiat mingguannya.

Bagi anggota yang beragama Islam, dalam seminggu terdapat 2 kegiatan keagamaan, yaitu setiap senin pagi dan kamis malam. Kegiatan keagamaan pada senin pagi adalah baca yasin yang dilanjutkan ceramah agama, kegiatan ini dilaksanakan sambil menunggu kedatangan 1 (satu) peleton anggota Kompi 1-A yang melaksanakan apel di Polda. Pada kamis malam kegiatan keagamaan dibagi 2 (dua) tempat, anggota lajang di mushola Kompi, sedangkan anggota keluarga melaksanakan  baca yasin keliling di rumah anggota keluarga. Yasinan keliling dimaksudkan selain untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, juga mempererat tali silaturrahmi antar anggota.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar